Kenapa Asuransi?

Banyak orang anti bicara asuransi. Entah karena punya pengalaman tidak menyenangkan, atau memang tidak mengerti konsep asuransi itu sendiri. Pada prinsipnya, asuransi adalah suatu instrumen untuk mengelola resiko.

Memang ketika kita berbicara resiko, kita membicarakan suatu kondisi yang tidak enak, undesirable. Karena tidak enak, apakah menjadi tidak dipikirkan? Atau sebaliknya, karena tidak enak, justru dipikirkan bagaimana meminimalisir dampak yang mungkin terjadi dari kondisi tidak enak tersebut?

Asuransi adalah sebuah proteksi untuk menjaga aset / kekayaan kamu apabila terjadi suatu kondisi yang tidak enak tsb. Contohnya: pagar adalah sebuah bentuk proteksi terhadap rumahmu. Proteksi apalagi yang kamu butuhkan untuk rumah tsb? Kamu dapat menambahkan CCTV, alarm, juga asuransi kerugian (yang memberikan ganti rugi apabila terjadi kehilangan, kebakaran, dll).

Mudah untuk memberikan contoh seperti rumah dan mobil, karena itu adalah aset yang nyata. Bagaimana dengan asuransi jiwa? Jiwa adalah aset manusia yang paling berharga. Apabila kesehatan terganggu, tentunya proses pengumpulan aset juga akan terganggu. Tentu tidak ada manusia normal yang berharap sakit, kecelakaan atau meninggal. Tapi suka atau tidak suka, itulah resiko kehidupan yang mungkin akan terjadi. Besar probabilitas kejadiannya tentu akan tergantung pada gaya hidupmu, dan juga ketentuan Yang Maha Kuasa.

Dalam prinsip perencanaan keuangan, siklus pengelolaan kekayaan adalah sebagai berikut: Wealth Creation à Wealth Protection à Wealth Allocation àWealth Distribution.

Ketika kita mulai bekerja dan memperoleh pendapatan, tahap Wealth Creation dimulai. Pendapatan digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup, lambat laun terkumpul menjadi aset, dan mulailah dibutuhkan Wealth Protection untuk melindungi aset-aset tersebut.

Ketika kebutuhan hidup semakin meningkat, pendapatan yang terkumpul akan memasuki tahap Wealth Allocation untuk mengalokasikan dana ke berbagai kebutuhan, contohnya kebutuhan masa depan seperti tabungan pendidikan anak, dana pensiun, dsb.

Ketika hampir semua kebutuhan terpenuhi dan kehidupan memasuki tahap lanjut, maka mulailah disiapkan Wealth Distribution, yaitu pembagian aset kepada ahli waris.

Asuransi ada di tahap mana? Secara mendasar, asuransi adalah alat untuk proteksi sehingga masuk ke dalam bagian Wealth Protection. Tetapi di dalam asuransi jiwa, ada beneficial interest, yaitu ahli waris yang akan memperoleh santunan apabila terjadi sesuatu dengan tertanggung. Maka asuransi juga dapat berfungsi sebagai alat untuk Wealth Distribution.

Di tahap lebih lanjut, asuransi juga bisa digunakan sebagai Wealth Allocation. Contohnya asuransi unitlink yang menggabungkan unsur proteksi dan investasi. Asuransi jenis ini sangat kompleks, sehingga kamu harus mempelajari benar cara kerjanya secara detil untuk mengoptimalkan nilai proteksi dan hasil pengembangan investasi.

Asuransi sebagai Wealth Creation? Bisa juga, contohnya agen asuransi yang memperoleh pendapatan dari bisnis asuransi.

Sekarang tinggal bagaimana kamu menyikapi asuransi tersebut. Mulailah dari prinsip dasar asuransi sebagai proteksi yang dapat melindungi dirimu, keluarga-mu, dan aset-aset-mu. Kamu bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan yang paham prinsip keuangan dan manajemen resiko, sehingga dapat membantu kamu dengan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhanmu. Apabila kebutuhan proteksi-mu telah terpenuhi, maka kamu dapat fokus pada tujuan hidupmu selanjutya dan menikmati kehidupan bersama keluarga tercinta.

METTA ANGGRIANI, CFP®

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *