Cash Flow Management

Perencanaan keuangan yang paling dasar adalah mengatur arus keuangan antara pendapatan dan pengeluaran. Laporan arus kas (cash flow statement) itu sebenarnya sederhana, yaitu mencatat berapa jumlah pendapatan dan pengeluaran dalam suatu periode tertentu (sebulan, misalnya). Berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kapan pendapatan masuk dan kapan terjadi pengeluaran-pengeluaran selama periode tsb, apakah terjadi surplus atau defisit, sesaat atau konsisten.

Untuk memudahkan, biasanya kita mengklasifikasikan jenis pendapatan & pengeluaran yang sifatnya tetap & tidak tetap. Pendapatan tetap contohnya gaji (bila kamu bekerja tetap) dan bunga deposito bulanan. Pendapatan tidak tetap contohnya bonus / komisi, uang perjalanan dinas, THR, dll.

Pengeluaran tetap adalah jumlah biaya tertentu yang jumlahnya tetap dan pasti dikeluarkan setiap bulan, contohnya biaya cicilan hutang, biaya kos / sewa rumah, biaya sekolah anak, biaya membership gym, biaya gaji pekerja (misalnya ART, supir, dll). Sementara pengeluaran tidak tetap adalah yang jumlahnya berdasarkan pemakaian, contohnya biaya belanja bulanan, listrik, telepon, bensin, dll. Walau jumlahnya variable, jenis pengeluaran tidak tetap ini sebenarnya bersifat pasti, sehingga jumlahnya dapat diprediksi dari pemakaian bulan-bulan sebelumnya.

Kuncinya mengatur cash flow adalah melakukan pencatatan harian secara rutin. Dengan langsung mencatat setiap kali ada pendapatan dan pengeluaran, maka semua transaksi keuangan dapat ditelusuri dari mana datangnya & kemana perginya.

Pencatatan keuangan bisa dilakukan secara manual atau digital. Saat ini sudah ada banyak aplikasi tersedia di Android atau iOS, kamu bisa search “spending” atau “expense” dan pilih berbagai aplikasi baik yang gratis maupun yang berbayar. Kalau mau yang cukup sederhana, kamu bisa pilih “Spending Tracker” atau “Expense Manager” dan bisa membuat sendiri kategori pendapatan dan pengeluaran yang sering terjadi. Aplikasi ini juga bisa membantu menampilkan laporan saldo harian, bahkan ada analisa grafis yang menunjukkan kebiasaan belanjamu.

Keuangan yang sehat adalah bila terjadi net cash flow, dimana pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Semakin besar net cash flow semakin baik, karena artinya kemampuan menabung menjadi semakin besar dan kemungkinan bangkrut menjadi kecil. Kebalikannya, apabila pengeluaran lebih besar daripada pendapatan (atau besar pasak daripada tiang), artinya terjadi negative cash flow. Kondisi keuangna ini adalah tidak sehat karena dapat memaksamu untuk berhutang, dan akhirnya menjadi bangkrut.

Jadi gimana caranya supaya selalu terjadi net cash flow? Tentunya dengan berhemat, membelanjakan uang secara sadar sesuai kebutuhan, serta disiplin mencatat dan mengatur keuangan sesuai kemampuanmu. Kalau cash flow-mu sudah lancar, akan mudah untuk melakukan perencanaan keuangan selanjutnya.

METTA ANGGRIANI, CFP®

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *