Antara Cinta dan Uang

Happy Valentine’s Day! Walaupun bukan Hari Libur Nasional, tetap banyak orang menjadikan hari ini sebagai moment untuk mengekspresikan rasa sayang terhadap pasangannya. Padahal sebenarnya semua juga paham bahwa kasih sayang bisa dirayakan kapan saja, bukan pada hari tertentu kan?

Ketika sedang jatuh cinta, dunia serasa milik berdua. Semua kegiatan keseharian, hobby, makanan kesukaan, lagu favorit, ingin di-share bersama. Tapi ada satu hal yang sifatnya “nanti dulu,” yaitu masalah keuangan. Bisa dimengerti apabila dalam tahap pacaran, “urusan dapur” ini belum diperlihatkan karena masih masa penjajakan. Namun apabila sudah memutuskan untuk bergerak ke tahap lebih lanjut, apalagi pernikahan, faktor keuangan ini menjadi salah satu hal yang wajib dipertimbangkan.

Kenapa? Saya punya teori begini: “hati seseorang (re: cinta) itu naik turun, tapi kebutuhan hidup itu selalu ada, bahkan cenderung meningkat.” Ketika dua orang memutuskan untuk hidup bersama, maka masing-masing harus bisa: 1) mengenali kebiasaan keuangan pasangannya, 2) mengidentifikasi kebutuhan hidup bersama (baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang), dan 3) membangun kepercayaan dan cara berkomunikasi yang baik, khususnya soal keuangan.

Poin 1 sudah bisa diobservasi sejak masa perkenalan, dengan mengetahui aktivitas pasanganmu, bekerja dimana, kebiasaan membelanjakan uangnya, dsb. Poin 2 bisa dibicarakan pada tahap awal merencanakan pernikahan, seperti nantinya tinggal dimana, apakah masing-masing tetap perlu bekerja, dsb. Poin 3, kepercayaan dan komunikasi, adalah poin paling penting yang harus dibangun sejak awal hubungan dan harus tetap dijaga di sepanjang masa pernikahan. Paling penting sekaligus paling menantang!

Bicara perencanaan keuangan saja sudah sulit, karena kebanyakan kita masih merasa tabu bila bicara soal uang. Nah apalagi bicara keuangan bersama pasangan, jangan sampai malah jadi bertengkar. Percaya atau tidak, salah satu sumber percekcokan dalam keluarga adalah soal uang, maka perlu direncanakan dengan baik. Bila dibutuhkan, ada Perencana Keuangan Independen yang bisa membantu pasangan suami-istri untuk melihat kebutuhan dan tujuan keuangan keluarga secara obyektif. Untuk ini tidak ada kata terlambat untuk dimulai, yang penting ada kemauan untuk saling jujur dan terbuka. Yang dibangun adalah masa depan bersama, bukan?

Jadi antara cinta & uang, lebih penting mana? Dua-duanya penting dan harus seimbang. Suatu hubungan yang sehat harus dibangun nggak cuma pakai hati, tapi juga pakai logika. Saya berpegang pada prinsip 3C, yaitu Comfort, Compatibility & Commitment. Pastinya kita ingin bersama seseorang yang kita merasa nyaman bersamanya, cocok (baik dalam sifat, jalan pikiran, dan gaya hidup), serta berkomitmen dan mempunyai integritas yang baik dalam menjalankan sesuatu. Comfort itu soal hati, Compatibility itu kombinasi hati dan logika, sementara Commitment itu murni soal integritas.

Nah, sudah siap mengekspresikan rasa sayangmu di hari Valentine ini?

METTA ANGGRIANI, CFP®

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *