Penyakit Kritis

Salah satu risiko kehidupan manusia adalah sakit. Risiko sakit ini bisa terjadi kapan saja. Studi dari WHO tahun 2014 menyebutkan bahwa 67% penyebab kematian adalah penyakit kritis seperti stroke, jantung, diabetes dan kanker. Bahkan angka ini diprediksi akan meningkat hingga 75% di tahun 2020.

Penyakit kritis adalah penyakit yang berisiko tinggi terhadap kematian, biasanya membutuhkan waktu pengobatan yang berkelanjutan dengan biaya yang tidak sedikit. Studi dari ASEAN yang diberitakan Kompas di tahun 2011 menyebutkan 85% kemungkinan penderita kanker mengalami kebangkrutan. Sungguh, penyakit kritis itu tak hanya menimbulkan penderitaan secara fisik dan psikologis, tapi juga secara finansial.

Seberapa besar risiko kita terhadap penyakit kritis akan sangat bergantung pada kondisi bawaan dan gaya hidup kita sendiri. Sekedar sharing, 2 dari 5 orang anggota keluarga saya pernah terkena penyakit kritis: almarhum ayah saya meninggal karena kanker dan adik saya adalah survivor brain tumor. Saya sendiri pernah mengalami pengangkatan tumor jinak di kandungan, jadi walaupun tidak terkategori sebagai penyakit kritis, namun risiko saya cukup tinggi. Makanya saya benar-benar harus menjaga kesehatan sebagai tindakan preventif, dan rajin melakukan medical check-up untuk deteksi dini.

Selain tindakan pencegahan tadi, perlu juga kita menyiapkan perlindungan terhadap kemampuan finansial kita. Karena sebenarnya tidak ada orang mau sakit, jadi seringnya dana kesehatan malah terlupakan.

Asuransi kesehatan adalah proteksi yang paling penting untuk dimiliki tiap individu, yaitu penggantian atas biaya pengobatan di kala sakit. Program BPJS Kesehatan dari pemerintah telah banyak membantu masyarakat mendapat perlindungan kesehatan dengan harga dan layanan yang terjangkau.

Selain itu ada juga asuransi penyakit kritis, yaitu sejumlah uang pertanggungan yang akan dibayarkan secara lump sum apabila seseorang terdiagnosa penyakit kritis. Apakah menjadi double bila punya keduanya, asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis?  Uang pertanggungan dari asuransi penyakit kritis dapat digunakan untuk dana pengobatan tambahan yang tidak di-cover asuransi kesehatan (misalnya vitamin, alat bantu kesehatan, dll), biaya keluarga yang menunggu, juga sebagai pengganti income yang mungkin hilang bila sakit tsb menyebabkan pasien tak dapat bekerja kembali.

Tentu setiap orang punya kebutuhan dan kemampuan yang berbeda terhadap asuransi. Maka sangat perlu untuk mempelajari produk keuangan tsb sebelum membelinya. Namun perlu diingat bahwa proteksi adalah dasar dari perencanaan keuangan. Sebelum memutar uangmu pada instrumen keuangan dengan risiko yang lebih tinggi, sudahkah kamu mengamankan uangmu dan produktivitas dirimu?

METTA ANGGRIANI, CFP®

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *