#antibokek

Ya, perencanaan keuangan nggak melulu bicara soal jadi kaya, tapi mungkin lebih relevan bila kita tinjau dari sisi sebaliknya. Bila terlalu sulit untuk menjawab ‘what do you want to be’, akan lebih mudah berpikir ‘what do you not want to be.’ Bila terlalu jauh untuk bermimpi jadi kaya, paling tidak kamu nggak mau jadi bokek atau bangkrut kan?

Perencanaan keuangan bukan berarti mengukur segala sesuatu dengan uang dan membuat kita menjadi materialistis, tetapi justu membantu kita untuk lebih realistis melihat kehidupan. Sadarkah kita bahwa setiap keputusan yang kita buat akan ada dampak keuangan yang mengikuti? ‘For every decision you make, there is financial consequence that follow.’

Hidup memang tentang pilihan dan keputusan. Makanya, perencanaan keuangan itu sebenarnya adalah sebuah proses menyediakan pilihan untuk merencanakan kehidupan.

Nah, jadi pilihan apa yang harus dibuat biar nggak jadi bokek? 

Pertama, jangan besar pasak daripada tiang. Pengeluaran tidak boleh lebih tinggi daripada penghasilan. Sekali cashflow kamu jebol, cepatlah evaluasi ulang gaya hidupmu. Jangan sampai jebolnya berkelanjutan dan malah terjebak hutang.

Kedua, bedakan kebutuhan vs keinginan. Coba lihat lagi pengeluaranmu, mana yang wajib, butuh, dan ingin. Dengan memprioritaskan pengeluaranmu dalam 3 kategori tsb, kamu jadi tahu berapa standar minimal hidupmu dan berapa kemampuanmu untuk menabung.

Ketiga, pisahkan rekening tabunganmu dari rekening operasional sehari-hari. Idealnya, begitu terima gaji, sisihkan penghasilanmu untuk ditabung terlebih dahulu, sisanya baru dibelanjakan. Seperti kata Warren Buffet, “do not save what is left after spending, but spend what is left after saving.” Untuk memulai, nggak perlu pasang target muluk-muluk untuk menabung. Seberapapun jumlah tabunganmu akan lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

Kuncinya #antibokek adalah menjaga tingkat gaya hidup. Biaya hidup sebenarnya nggak mahal koq. Yang mahal itu kalo udah kebanyakan gaya demi memenuhi standar yang diluar kemampuan. Maka dengan 3 langkah diatas, kamu bisa tentukan standar hidupmu sendiri. Kalo mikirin gengsi, ingatlah bahwa kesadaran #antibokek ini justru akan menjaga gengsimu di masa depan. 

Ok, so who’s with me with this #antibokek thing? 

METTA ANGGRIANI, CFP®

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *