Menghitung Biaya Kebutuhan Anak

Selamat pagi, Ibu-Ibu! Tgl 23 Juli ini ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional, yang bermula dari gagasan pemerintah melihat anak-anak sebagai aset kemajuan bangsa, yang bergembira, bermain dan ceria.

Kita sebagai orang tua juga tentu ingin melihat anak-anak kita maju dan berkembang. Membesarkan anak membutuhkan effort luar biasa. Tak cuma perhatian dan kasih sayang, tapi juga kemampuan finansial untuk memenuhi kebutuhan utama mereka. Setiap fase kehidupan anak kebutuhannya berbeda-beda. Saat masih balita, kebutuhan anak fokus pada makanan, gizi & kesehatan. Setelah memasuki usia sekolah, kebutuhan pendidikan menjadi fokus utama yang memakan biaya tidak sedikit. Apalagi saat kuliah nanti.

Sudahkah kita memikirkan seluruh biaya yang diperlukan untuk anak? Coba saya hitungkan. Asumsi biaya kebutuhan anak untuk kelas menengah rata-rata Rp 2 juta per bulan flat (angka ini hanya sebuah ilustrasi), mulai dari lahir sampai selesai kuliah usia 22 tahun (total 264 bulan). Maka total biaya kebutuan anak selama 22 tahun tsb adalah Rp 528 juta. Itu belum memperhitungkan inflasi lho. Apalagi inflasi untuk biaya pendidikan dan biaya kesehatan pada kenyataannya jauh melampaui inflasi umum. Angka tsb akan berkembang secara fantastis.

Maka kita sangat perlu merencanakan dana anak sebaik mungkin yang dimulai sejak dini, bahkan kalau bisa sebelum anaknya lahir. Memiliki anak adalah komitmen seumur hidup. Memang ada keyakinan dari leluhur kita bahwa banyak anak banyak rezeki. Rezeki tetap harus diusahakan dengan ikhtiar bukan?

Selamat menikmati hari Minggu dengan anak-anak ya, Moms.. 


METTA ANGGRIANI, CFP®

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *