Masih dalam rangka memulai hidup baru yang Fitri setelah Lebaran, kita bisa memulainya dengan memeriksa kembali kondisi keuangan kita. Idealnya pemeriksaan keuangan ini dilakukan secara rutin, minimal sekali dalam setahun, seperti halnya kita melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan (annual medical checkup). Dengan melakukan annual financial checkup, kita dapat mengetahui kondisi keuangan saat ini, mereview aliran uang masuk dan keluar, memprediksi keuangan di masa depan, dan mewujudkan berbagai rencana kehidupan kita.
Apa saja sih yang harus diperiksa? Catatlah nilai-nilai keuanganmu berikut ini: total aset, total hutang, total pendapatan dan total pengeluaran. Ketika kamu sudah bisa me-list apa saja hartamu, berapa hutangmu, dan bagaimana uang masuk dan keluar setiap bulannya, berikutnya kamu dapat menghitung kesehatan keuanganmu dengan cara ini:
1. Net Cash Flow. Kita mulai dari yang paling dasar, yaitu apakah jumlah pendapatan mencukupi berbagai kebutuhan pengeluaran. Apabila pendapatanmu lebih besar daripada pengeluaranmu, maka terdapat positive net cash flow, berarti kondisi keuanganmu sehat.
2. Debt Service Ratio, yaitu kemampuan melunasi hutang. Rasio ini dihitung dengan cara membandingkan total cicilan pembayaran hutang dengan total pendapatan . Nilai yang sehat adalah 30%, yaitu bila gajimu Rp 10 juta per bulan, maka total biaya cicilanmu tidak boleh lebih dari Rp 3 juta per bulan. Semakin tinggi nilai rasio ini, semakin rendah kemampuanmu melunasi hutang. Karena kebutuhan hidup lainnya akan terus bertambah, bukan?
3. Savings Ratio, yaitu kemampuan menabung. Idealnya saving ratio adalah 10% dari total pendapatan. Jadi bila gajimu Rp 10 juta per bulan, maka diharapkan kamu bisa menabung Rp 1 juta per bulan. Tabungan ini bisa kamu gunakan untuk tujuan keuangan apapun, misalnya: dana liburan, dana pendidikan anak, dana pensiun, dsb. Semakin banyak tujuanmu, tentunya harus semakin besar tabunganmu.
Tiga rasio diatas adalah indikator paling mendasar dalam memeriksa kesehatan keuangan. Sebenarnya tidak sulit kok, yang penting kamu mau meluangkan waktumu untuk memeriksa saldo rekeningmu, mengumpulkan bon dan surat tagihan, dan memperhitungkan rencana-rencana masa depanmu.
Apabila portfolio keuanganmu sudah lebih kompleks dan tujuan keuanganmu lebih beragam, kamu dapat menggunakan rasio-rasio keuangan lainnya untuk analisa yang lebih mendalam. Sama seperti medical checkup, kamu bisa memilih paket atau teknik financial checkup yang lebih beragam.
Satu hal yang pasti: jangan menunggu sehat dulu untuk melakukan checkup dan jangan menunggu menjadi kaya dulu baru melakukan perencanaan keuangan. Sehat dan kaya itu relatif, tetapi kalau tidak direncanakan dan diusahakan, bagaimana sehat dan kaya bisa terwujud?
METTA ANGGRIANI, CFPĀ®

