How Well Do You Know Yourself?

Mungkin ada yang bertanya, kenapa saya iseng banget mengeluarkan serial “Zodiac & Spending Habits”? Jawabnya sederhana, saya hanya ingin orang mengenali diri dan kebiasaannya, dimulai dari zodiak yang melekat pada dirinya. Zodiak itu juga “given”, jadi kita nggak bisa memilih. Walaupun sebenarnya ramalan zodiak tidak selalu tepat, tapi itu memberikan “hints” atas potensi diri setiap orang.

Dalam perencanaan keuangan, penting sekali kita mengenal diri sendiri. Karakter seseorang akan menentukan bagaimana dia bekerja dan memperoleh penghasilan, serta bagaimana dia mengelola dan membelanjakan uangnya. Dalam berinvestasi disebut “risk profile”, yaitu kemampuan seseorang untuk menerima resiko. Semakin besar resiko yang bisa diterima, semakin tinggi hasil / return yang diharapkan.

Risk profile ini ditentukan oleh 2 hal, yaitu:

1. Lingkungan, yaitu mengasumsikan berapa banyak resiko yang dapat diterima tergantung pada “responsibility” dan “lifestyle”. Contohnya: berdasarkan usia dan tahapan hidup, seorang lajang millenials akan berbeda risk profile-nya dengan seorang pensiunan.

2. Kebutuhan, yaitu mengasumsikan besarnya resiko yang dapat diterima berdasarkan kebutuhan keuangan. Contohnya: untuk menjaga likuiditas, untuk investasi jangka panjang, dll.

Tipe “risk profile” yang umum sbb:

1. Secure: menghindari resiko, bersedia menerima return 6-8% saja

2. Conservative: bersedia menerima sedikit resiko, cukup dengan return 8-10%

3. Moderate: bersedia menerima resiko sedang, mengharapkan return 10-15%

4. Growth: bersedia menerima resiko tinggi, mengharapkan return 15-20%

5. Aggressive: senang berspekulasi, menginginkan return 20-25%

Angka persentase diatas adalah untuk setahun ya. Contohnya, bila kamu orang yang mencari aman, investasi Rp 1 juta pada deposito dengan tingkat asumsi bunga 5% net akan menjadi Rp 1,050,000 dalam setahun. Tetapi bila kamu adalah orang yang agresif dan berinvestasi saham dengan modal Rp 1 juta, maka kemungkinan nilai tersebut menjadi Rp 1,200,000 dalam setahun. Kemungkinan lho ya, karena bisa jadi nilai saham-mu turun menjadi Rp 800,000 dalam setahun.

Kebanyakan orang tidak mengenali dirinya dengan baik, sehingga kadang berinvestasi hanya sekedar ikut-ikutan. Jangan hanya berpikir investasi apa yang paling menguntungkan, tetapi tanyalah pada diri sendiri, berapa banyak resiko yang siap saya tanggung?

METTA ANGGRIANI, CFP®

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *