6 Langkah Mencapai Kemerdekaan Keuangan

Indonesia telah 74 tahun merdeka. Kamu gimana? Apa definisi merdeka untukmu?

Banyak orang bercita-cita untuk meraih kebebasannya ketika sudah merdeka secara finansial. Menurut saya, financial freedom lebih daripada sekedar punya uang banyak, tetapi dapat bebas melakukan hal yang kita sukai tanpa harus memikirkan jumlah tagihan. Untuk mencapainya, perlu perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik. 

Kalau kamu sudah bisa mengelola 6 hal ini, you are on the right track to financial freedom:

1. Maintain positive cash flow, artinya penghasilan harus lebih besar daripada pengeluaran. Semakin banyak kelebihan penghasilanmu, semakin besar kemampuanmu untuk menabung. Ketika kamu bisa menjaga cash flow-mu secara konsisten, maka daya tahan keuanganmu menjadi kuat dan tidak mudah bangkrut.

2. Selalu berinvestasi. Orang bijak bukan hanya taat pajak, tapi juga gemar menabung. Semakin rajin menabung, semakin besar potensi unruk berinvestasi. Menabung adalah mengalokasikan dana untuk tujuan jangka pendek, sedangkan investasi bertujuan untuk mengembangkan kekayaan dalam jangka panjang. Semakin kamu rajin berinvestasi, semakin cepat kamu mencapai financial freedom. 

3. Bebas dari hutang. Hutang tidak selamanya buruk, tapi ingatlah bahwa hutang yang sehat sifatnya temporer. Selama kamu bisa membayar hutang secara penuh setiap jatuh tempo, maka hidupmu aman. Jadi sebelum berhutang, pastikan kamu punya kemampuan untuk melunasi hutang tersebut. 

4. Memiliki program perlindungan diri yang cukup. Merencanakan keuangan bukan hanya mengumpulkan kekayaan, tetapi juga mengelola resiko kehidupan. Ada satu jenis biaya yang kita tidak pernah bahagia mengeluarkannya, yaitu biaya sakit. Financial freedom hanya bisa diraih bila kamu sehat. Pun bila kamu sakit, dengan financial freedom, kamu nggak perlu pusing lagi mikirin biaya berobat, karena sudah ada tabungan kesehatan atau asuransi yang bekerja untuk kamu.

5. Memiliki passive income yang jumlahnya cukup untuk kebutuhan hidup bulanan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan bekerja dan memiliki active income. Tetapi bagi kebanyakan orang, bekerja akhirnya menjadi kewajiban alias kejar setoran untuk memenuhi biaya hidup. Nah, biarpun kamu menyukai pekerjaanmu dan hasilnya cukup, dengan memiliki passive income kamu dapat melipatgandakan kekayaan yang akan bermanfaat di masa depan. 

Passive income adalah penghasilan yang didapat dari aset yang sudah dimiliki. Contohnya: bunga deposito, deviden saham, penghasilan sewa dari properti, dsb. Untuk memiliki passive income, kamu harus punya asetnya dulu. Aset yang menghasilkan disebut aset produktif. Jadi berinvestasilah pada aset produktif ini.

6. Bebas beramal. Indikator terakhir inilah paling memberi arti financial freedom. Ketika kita mencapai kemerdekaan keuangan, definisi sukses sudah bergeser dimana kita tidak lagi memikirkan kebahagiaan diri sendiri, tetapi juga kebahagiaan orang lain. It’s not just about you anymore, it’s about leaving a legacy!

Nah, kamu sudah berada di tahap mana? Jangan pernah menyerah dan merasa hidupmu akan berada disitu-situ aja. Tidak ada langkah instan untuk meraih kemerdekaan. Indonesia setelah 72 tahun merdeka pun tetap membangun. Maka ingatlah, setiap rupiah yang kamu investasikan pada masa depanmu adalah untuk masa depan bangsa Indonesia juga. Merdeka!! 

METTA ANGGRIANI, CFPĀ®

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *