Di hari Lebaran ini kita kembali fitri, Insya Allah. Kita maafkan dan relakan segala kesalahan dan kebiasaan lama yang kurang baik, dan kita memulai lembaran baru dengan hati yang bersih.
Bagaimana dengan keuangan? Sepertinya harus memulai dari nol juga ya, apalagi bila THR-nya sudah habis. Tidak apa, dengan semangat Lebaran kita bisa mulai membangun 5 kebiasaan keuangan yang fitri sbb:
1. Ikhlas. Dengan berpuasa 29 hari kemarin, kita belajar untuk menjalani ibadah dengan ikhlas. Dengan hati yang ikhlas, ibadah terasa ringan. Begitupun dengan keuangan. Yang pertama harus dilakukan adalah kita harus ikhlas menerima kondisi keuangan kita seutuhnya. Menerima dengan ikhlas membuat kita mensyukuri seberapapun harta yang kita miliki dan tetap berikhtiar untuk menjadi lebih baik.
2. Sabar. Ibadah Ramadhan mengajarkan kita sabar, menjalani hari demi hari hingga mencapai hari kemenangan. Untuk mencapai tujuan keuangan juga begitu, kita perlu sabar dengan menabung. Memulai dari jumlah kecil, asal konsisten, lama kelamaan akan menjadi banyak dan dapat mencapai tujuan kehidupan yang diinginkan. Jadi menabung adalah latihan sabar juga.
3. Disiplin waktu. Berpuasa melatih kita untuk disiplin soal waktu; sahur mendekati imsak dan menyegerakan berbuka puasa setelah adzan maghrib. Disiplin keuangan juga sangat penting, terutama untuk tidak menunda membayar kewajiban. Segera lunasi hutang yang telah jatuh tempo. Disiplin mengatur keuangan membantu kita mengelola hutang dengan baik.
4. Keseimbangan. Ibadah Ramadhan, mulai dari berpuasa, berzakat, beritikaf, dll, mengajarkan kita hidup seimbang jasmani dan rohani. Kehidupan yang seimbang membuat hati damai dan pikiran tenang. Keseimbangan keuangan bisa dicapai dengan mengatur pendapatan dan pengeluaran dengan bijak. Jangan besar pasak daripada tiang, tetapi juga jangan terlalu rakus mengumpulkan kekayaan dan jangan terlalu pelit untuk berbagi.
5. Kesederhanaan. Berpuasa mengajarkan kita hidup bersahaja dengan makan secukupnya dan berkegiatan yang bermanfaat. Pola hidup sederhana ini mengajarkan kita untuk tidak konsumtif dan berlebihan. Bisa diatur kan, kebutuhan hidup (needs) mengikuti gaya hidup (lifestyle), atau gaya hidup mengikuti kebutuhan hidup?
Ternyata prinsip untuk “Sadar Berkeuangan” itu sederhana saja ya. Selamat memulai hidup baru dengan mengelola keuangan penuh kesadaran. Mari kita mulai dari nol….
METTA ANGGRIANI, CFP®

