Dana Darurat

“Kalau saya sudah punya tabungan, apakah saya masih perlu dana darurat?” Pertanyaan ini cukup sering ditanyakan ke saya saat berdiskusi tentang perencanaan keuangan. Pada dasarnya tabungan bisa didedikasikan untuk tujuan tertentu, misalnya: tabungan pendidikan, tabungan haji, tabungan pensiun, dll. Maka bisa juga tabungan didedikasikan untuk dana darurat. 

Kenapa kita harus menyiapkan dana darurat? Emergency fund berfungsi untuk berjaga-jaga apabila terjadi kondisi darurat yang membutuhkan jumlah cash cukup besar, misalnya sakit atau kehilangan pekerjaan secara mendadak. Dengan adanya dana darurat, maka kebutuhan dasar tetap dapat terpenuhi sampai kondisi kembali normal. ‘Ready cash’ ini akan menjaga tingkat likuiditas hidup kita.

Idealnya, jumlah dana darurat yang dianjurkan adalah 6x rata-rata pengeluaran bulanan. Jadi apabila terjadi sesuatu, hidup kita masih dapat bertahan selama 6 bulan. Karena sifatnya harus ‘ready’, maka dana darurat ini sebaiknya ditempatkan dalam instrumen yang mudah dicairkan dengan akses terbatas, misalnya deposito, emas, reksadana pasar uang. Memang return-nya tidak akan terlalu besar, tetapi kembali lagi fungsi dana darurat memang bukan untuk melipatgandakan kekayaan.

Kamu sudah menyiapkan dana darurat belum? Share disini bila kamu ada cerita ataupun pertanyaan seputar dana darurat ya… 

METTA ANGGRIANI, CFPĀ®

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *