Nanggung bulan gini rasanya agak lemas ya? Gajian masih seminggu lagi, sementara persediaan ini-itu di rumah sudah mulai menipis. Nah, inilah saat yang tepat untuk membuat anggaran belanja bulanan, karena dalam kondisi terbatas justru kita bisa melakukan perhitungan dengan lebih cermat dan realistis.
Bagaimana cara membuat anggaran belanja? Ada dua pendekatan berikut ini.
Pertama, kamu bisa membuat “anggaran yang menyesuaikan dengan kebutuhan”. Caranya hitung dulu kebutuhan rumah tangga selama sebulan. Mulai dari kebutuhan memasak harian di dapur, kebutuhan operasional rumah/mobil/taman, biaya kebutuhan anak, biaya cicilan, dsb. Lalu alokasikan pendapatanmu untuk biaya-biaya ini, mau tidak mau harus cukup.
Pendekatan kedua dibalik, yaitu “kebutuhan yang menyesuaikan dengan anggaran”. Cara ini bisa dilakukan bila sebenarnya pendapatanmu sudah relatif mapan. Kamu bisa gunakan salah satu cara mudah untuk pengaturan pendapatan, yaitu konsep 10-20-30-40 sbb:
10% -> Zakat, Amal, dan Kebaikan
20% -> Investasi, Asuransi, Dana Darurat
30% -> Cicilan hutang produktif
40% -> Pengeluaran sehari-hari
Tentu kedua pendekatan ini sangat fleksibel untuk disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Bila anggaran belanja masih dirasa kurang, maka cobalah menyesuaikan gaya hidup dengan melihat lagi mana yang benar-benar merupakan kebutuhan, mana yang sebenarnya hanya keinginan.
Yang penting diingat, namanya anggaran berarti harus dievaluasi efektivitasnya dengan membandingkan total biaya yang sesungguhnya dikeluarkan. Juga lakukanlah review setiap beberapa bulan untuk memastikan anggaran tsb tetap relevan dengan kondisi keuangan Anda.
Dengan mempersiapkan anggaran bulanan, kamu sudah mulai melakukan perencanaan keuangan sendiri lho. Jadi nanggung bulan gini nggak perlu lemas lagi ya…
METTA ANGGRIANI, CFP®

