Categories: Metta Talk

Lifestyle

Lifestyle seseorang biasanya dinilai dari penampilan luarnya, seperti pakai baju merek apa, nongkrong dimana, pergi liburan kemana, dll. Gaya hidup ini terlihat dari kebiasaan seseorang membelanjakan uangnya. Secara instan orang bisa dicap kaya ketika bergaya hidup mewah, atau bisa dikatakan bersahaja ketika bergaya hidup sederhana.

Ketika kita membuat perencanaan keuangan, sebenarnya kita mengatur pos-pos pengeluaran yang wajib, butuh, dan ingin, baik untuk masa kini dan masa depan. Banyak yang beranggapan bahwa perencanaan keuangan membuat seseorang menjadi pelit, nggak gaul, nggak punya gaya hidup yang asik. Padahal nggak gitu, lho. Dengan perencanaan keuangan, kita mengukur semua kebutuhan dan dapat mengatur gaya hidup yang kita inginkan.

Mau gaya hidup apapun sebenarnya sah-sah saja sepanjang kebutuhan dasar sudah terpenuhi secara mandiri, dan dengan uang yang halal ya. Nah, yang jadi masalah adalah ketika gaya hidup selangit, tapi kebutuhan dasar belum terpenuhi semua alias masih mpot-mpotan, atau bahkan ngutang. Inilah yang sering disebut sebagai Social Climber, dimana gaya hidup digunakan untuk meningkatkan status sosial. 

Apa saja sih kebutuhan dasar yang harus didahulukan?

  1. Biaya operasional rumah tangga

Biaya ini termasuk jenis pengeluaran wajib, contohnya sandang, pangan, papan. Yang wajib biasanya bisa diirit sesuai kebutuhan, namun tidak bisa ditinggalkan. Misalnya biaya makan, bisa diirit dengan masak sendiri & membawa bekal (bandingkan bila harus makan di restoran setiap hari). 

Begitu juga dengan pakaian, yang wajib itu biasanya nggak pakai merek. Contohnya Mark Zuckerberg yang selalu menggunakan kaos abu-abu, karena kebutuhan sandang sebenarnya tercukupi dengan sebuah kaos.

Untuk rumah, apabila punya cicilan KPR, maka cicilan tsb harus diperhitungkan sebagai kebutuhan dasar (karena wajib dilunasi setiap bulan).

  1. Dana darurat

Tabungan untuk berjaga-jaga ini penting untuk mengantisipasi keadaan darurat, misalnya ketika ada musibah. Dana darurat harus disiapkan minimum sejumlah 3x pengeluaran bulanan untuk para lajang, atau 6x pengeluaran bulanan untuk keluarga. Tabungan ini sebaiknya ditempatkan terpisah dan hanya boleh dipakai  dalam keadaan darurat.

  1. Asuransi kesehatan keluarga

Biaya kesehatan sangat mahal dan sakit bisa terjadi kapan saja (walaupun tidak ada orang yang mau sakit). Bagus bila asuransi kesehatan disediakan oleh kantor. Tapi bila tidak, sangat disarankan kamu menyiapkan asuransi kesehatan sendiri. Minimum BPJS Kesehatan, dan bila mampu bisa ditambahkan asuransi kesehatan swasta.

  1. Dana pendidikan anak

Bila punya anak, biaya sekolah menjadi pengeluaran wajib. Karena jenjang sekolah sudah terprediksi, maka dana pendidikan harus disiapkan sedini mungkin. Kenapa? Karena saat ini kenaikan biaya pendidikan melebihi tingkat inflasi. Maka yang menjadi pengeluaran wajib bukan hanya bayar uang sekolah anak saat ini, tetapi juga menyiapkan dana pendidikan hingga kuliah nanti.

  1. Tabungan hari tua

Jangan tunda menabung untuk dana pensiun walaupun usiamu masih muda. Dengan mekanisme perhitungan bunga “Compound Interest,” semakin dini menyiapkan tabungan hari tua, semakin besar dana pensiun yang akan diperoleh nantinya.

  1. Asuransi jiwa untuk kepala keluarga (breadwinner)

Bila telah berkeluarga, pastinya kamu ingin yang terbaik untuk anak-anak / ahli warismu. Maka kepala keluarga atau siapapun yang bekerja dan membiayai kehidupan keluarga (breadwinner) perlu mengambil asuransi jiwa. Kenapa? Karena breadwinner perlu mengantisipasi resiko kehidupan, yaitu apabila kemampuan ekonomis dirinya hilang maka kehidupan keluarga tetap dapat berlanjut dengan baik. 

Nah, kalau kamu sudah menyiapkan pos-pos keuangan untuk 6 kebutuhan dasar ini, bolehlah kamu mengeluarkan uang lebih untuk lifestyle. Misalnya dana gaul, dana liburan, atau dana lainnya yang sifatnya meng-upgrade penampilan kamu. Kalau sisa uangmu nggak banyak, ya sesuaikan lifestyle sesuai kemampuan. Apa iya lebih penting tampil ngejreng tapi bayar uang sekolah anak pakai cicilan bank? Atau  hura-hura ke luar negeri dengan cicilan kartu kredit?

Lifestyle yang sehat harus bersifat resilient (tahan banting dalam segala situasi) dan sustainable (mampu bertahan dalam jangka panjang), maka harus ditopang oleh keuangan yang kuat kan?

METTA ANGGRIANI, CFP®

Share
Published by
Metta Anggriani

Recent Posts

  • Video

Atur Siasat Dana Darurat di Era New Normal

Adanya pandemi Covid-19 membuat segalanya berubah. Perubahan ini tentu harus disiasati, salah satunya dengan strategi keuangan untuk bisa menopang kehidupan…

6 years ago
  • Metta Talk

Zakat Fitrah

Salah satu hal yang wajib ditunaikan dalam ibadah Ramadhan ini adalah Zakat Fitrah. Zakat fitrah dapat dikeluarkan kapanpun selama bulan…

6 years ago
  • Metta Talk

Persiapan Mudik Zaman Now

Di era digital zaman now ini, mudik bisa menjadi semakin mudah dengan banyaknya aplikasi yang bisa diunduh ke ponselmu. Apa…

6 years ago
  • Metta Tips

Personal Practice

Salah satu resep untuk selalu tampil kece adalah badan yang fit & pikiran yang jernih. Tiap orang punya caranya masing-masing…

6 years ago
  • Podcast

Pelaporan SPT Tahunan

Podcast yang hadir pada program Money Matters with Metta Anggriani, CFP® di Radio Pinguin FM, Bali.

7 years ago
  • Metta Tips

Hydration

Kemarin ini saya bertemu sahabat saya Yeyen yang selalu tampil kece. Saat sekarang sedang hamil pun, penampilannya tetap paripurna dan…

7 years ago