Freelancer adalah sebutan untuk orang yang bekerja berdasarkan keahlian tertentu, tetapi tidak bekerja tetap pada satu pemberi kerja. Freelancer dapat menjual jasanya ke berbagai pihak, contohnya: konsultan, penulis lepas, make-up artist, guru yoga, dll. Jadi selain harus menjadi expert di bidangnya, Freelancer harus memilki kemampuan menjual (selling skill) dan network yang luas agar jasanya senantiasa terpakai.
Menjadi Freelancer terlihat menyenangkan: pekerjaan yang dinamis, tidak terikat waktu tertentu, dapat bekerja dari mana saja, dsb. Time management menjadi sangat penting bagi Freelancer, juga kebutuhan pulsa dan data untuk mengakses pekerjaan di setiap waktu.
Karena tidak bekerja tetap, penghasilan Freelancer bersifat fluktuatif. Kadang tinggi, kadang rendah. Selain tergantung permintaan, tingkat penghasilan tsb juga ditentukan oleh kemampuan / kapasitas seorang Freelancer mengerjakan tugasnya. Ketidakpastian tsb mengharuskan seorang Freelancer berjiwa fleksibel dan siap menghadapi tantangan.
Salah satu tantangan terbesar seorang Freelancer adalah perencanaan keuangan. Ya, bila penghasilan tidak pasti, bagaimana dengan kebutuhan hidup? Tentunya ada biaya hidup minimum yang harus terpenuhi setiap bulannya.
Ada 3 pos keuangan yang wajib disiapkan oleh Freelancer, yaitu:
1. Pengeluaran tetap.
Seorang Freelancer benar-benar harus mengontrol pengeluarannya. Sedapat mungkin tingkat pengeluran adalah tetap, terbalik dari karyawan yang tingkat penghasilannya tetap. Dengan menetapkan jumlah pengeluaran tiap bulannya, Freelancer dapat menentukan target pekerjaan yang harus dilakukan demi keberlangsungan hidupnya.
Pengeluaran tetap ini dapat diatur dengan menyiapkan budget untuk setiap pos atau biaya. Bisa menggunakan sistem amplop secara tradisional, atau siapkan budget dalam beberapa kartu terpisah (mis: kartu debit atau electronic money). Aturlah kartu tertentu untuk pengeluaran tertentu, dan disiplinlah dalam menggunakan kartu tsb.
2. Dana Darurat.
Penting bagi Freelancer untuk menyiapkan dana darurat. Semakin tinggi ketidakpastian pekerjaannya, semakin tinggi jumlah dana darurat yang dibutuhkan. Misalnya, bila seorang karyawan lajang perlu menyiapkan dana darurat sebesar 3x pengeluaran bulanan, maka seorang Freelancer lajang sebaiknya menyiapkan dana darurat sebesar 6x pengeluaran bulanan, atau 2x lebih besar daripada dana darurat seorang karyawan. Oleh karena itu, ketika penghasilan berlebih, Freelancer harus menabung lebih banyak dan bukan meningkatkan pengeluaran.
3. Asuransi Kesehatan.
Seorang Freelancer juga harus menyediakan sendiri kebutuhan hidup standar lainnya, terutama asuransi kesehatan. Berbeda dengan karyawan yang iuran BPJS-nya ditanggung oleh kantor dan/atau diberikan benefit kesehatan lainnya, seorang Freelancer harus menanggung sendiri risiko pekerjaannya. Kesehatan menjadi faktor penting yang harus dijaga oleh Freelancer, karena bila kesehatan terganggu, pekerjaan juga menjadi terganggu dan akan berdampak langsung pada penghasilan. Tentunya asuransi kesehatan hanyalah persyaratan minimum, karena tetap harus ditunjang dengan gaya hidup yang seimbang.
Selebihnya, seorang Freelancer perlu melakukan standar perencanaan keuangan lainnya, seperti menabung dan berinvestasi, menyiapkan dana pensiun, dll. Karena tingkat ketidakpastian seorang Freelancer lebih tinggi daripada pekerja tetap, maka Freelancer perlu tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi juga dalam mengatur keuangan. Namanya ketidakpastian, bisa jadi lebih kecil hasilnya, atau malah lebih besar. Dengan pengelolaan yang benar, Freelancer juga bisa meraih kemapanan.
Nah, sudah siap jadi Freelancer?
METTA ANGGRIANI, CFP®
Adanya pandemi Covid-19 membuat segalanya berubah. Perubahan ini tentu harus disiasati, salah satunya dengan strategi keuangan untuk bisa menopang kehidupan…
Salah satu hal yang wajib ditunaikan dalam ibadah Ramadhan ini adalah Zakat Fitrah. Zakat fitrah dapat dikeluarkan kapanpun selama bulan…
Di era digital zaman now ini, mudik bisa menjadi semakin mudah dengan banyaknya aplikasi yang bisa diunduh ke ponselmu. Apa…
Salah satu resep untuk selalu tampil kece adalah badan yang fit & pikiran yang jernih. Tiap orang punya caranya masing-masing…
Podcast yang hadir pada program Money Matters with Metta Anggriani, CFP® di Radio Pinguin FM, Bali.
Kemarin ini saya bertemu sahabat saya Yeyen yang selalu tampil kece. Saat sekarang sedang hamil pun, penampilannya tetap paripurna dan…