Jelang idul fitri jumlah kebutuhan bertambah, seperti kebutuhan untuk mudik, membayar THR karyawan, dana silaturahmi & dana sosial lainnya. Selain itu, harga-harga juga mengalami kenaikan karena tingginya permintaan konsumen, sehingga jumlah uang yang dibutuhkan untuk Lebaran akan meningkat.
Sementara itu, ada gap antara membayar kebutuhan Lebaran dengan penerimaan THR yang secara regulasi baru cair sekitar 1-2 minggu jelang Lebaran. Maka banyak orang butuh cash keras dalam waktu singkat dan mencari solusi dengan mengajukan pinjaman.
Saat ini, dengan kemajuan teknologi digital, marak adanya pinjaman online (pinjol) yang bisa dilakukan dengan mengunduh aplikasi di ponsel. Pinjol itu mirip KTA atau kartu kredit virtual, yaitu pinjaman dengan syarat mudah tetapi bunga tinggi. Sejauh pengamatan saya, tingkat bunga harian bisa mencapai 0,8% dan bunga bulanan bisa mencapai 2,9%.
Pinjaman online ini rata-rata digunakan untuk kebutuhan konsumtif (yaitu kebutuhan yang langsung habis terpakai) karena limit pinjaman terbatas, rata-rata sekitar Rp 3 – 30 juta. Banyak disebutkan bahwa pinjol ini memiliki syarat ringan, bahkan tanpa agunan, tetapi sebenarnya pinjol ini bukan tanpa risiko lho!
Risiko pinjol yang paling utama adalah kemungkinan adanya pelanggaran privacy karena adanya ekspose data pribadi di ponsel yang diminta aksesnya oleh perusahaan pinjol saat nasabah mengajukan pinjaman. Data itu sbnrnya digunakan oleh fintech lending tsb untuk melakukan proses scoring, menjadi jaminan reputasi yg menggantikan jaminan kebendaan, sehingga proses verifikasi menjadi cepat. Maka, sangat penting untuk pelajari T&C saat mengunduh aplikasi agar kita paham seberapa jauh akses data yang kita berikan kepada aplikasi tsb.
Risiko pinjol lainnya adalah cara penagihan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Sering terdengar bahwa pinjol menyalahgunakan data pribadi yang terekspose di ponsel tsb untuk melakukan penagihan, akibatnya reputasi pribadi kita sendiri yang dipertaruhkan di lingkungan sosial kita.
Oleh karena itu, benar-benar perlu dicermati segala syarat & ketentuan peminjaman, termasuk risiko gagal bayar dan biaya-biayanya. Kadang ada biaya lain diluar biaya bunga, misalnya biaya penagihan. Dan yang paling penting diwaspadai adalah reputasi perusahaan pinjol itu sendiri, apakah keberadaannya jelas (i.e. alamat, daftar pengurus) dan telah terdaftar & diawasi OJK.
Namun pada prinsipnya, penting dipahami bahwa kebutuhan jelang Idul Fitri ini sebenarnya adalah kebutuhan konsumtif, maka idealnya jumlah pinjaman minimal dan harus segera dilunasi (tenor peminjaman pendek). Maka tips utama mengajukan pinjaman online jelang idul fitri adalah, pastikan ada uangnya untuk melunasi pinjaman saat jatuh tempo. Idealnya, jumlah utang tidak melebihi jumlah THR itu sendiri (atau maksimal 1 bulan gaji). Karena bulan Ramadhan juga hanya sebulan saja dalam setahun kan?
METTA ANGGRIANI, CFP®
Adanya pandemi Covid-19 membuat segalanya berubah. Perubahan ini tentu harus disiasati, salah satunya dengan strategi keuangan untuk bisa menopang kehidupan…
Salah satu hal yang wajib ditunaikan dalam ibadah Ramadhan ini adalah Zakat Fitrah. Zakat fitrah dapat dikeluarkan kapanpun selama bulan…
Di era digital zaman now ini, mudik bisa menjadi semakin mudah dengan banyaknya aplikasi yang bisa diunduh ke ponselmu. Apa…
Salah satu resep untuk selalu tampil kece adalah badan yang fit & pikiran yang jernih. Tiap orang punya caranya masing-masing…
Podcast yang hadir pada program Money Matters with Metta Anggriani, CFP® di Radio Pinguin FM, Bali.
Kemarin ini saya bertemu sahabat saya Yeyen yang selalu tampil kece. Saat sekarang sedang hamil pun, penampilannya tetap paripurna dan…