Categories: Metta Tips

Jangan Sengsara Demi Gaya

“Menurut Ilmu Fisika, tekanan berbanding lurus dengan gaya. Jadi kalau Anda merasa hidup Anda banyak tekanan, mungkin karena Anda kebanyakan gaya” ~ Safir Senduk

Gaya menjadi penting karena perlunya kita mendapat rekognisi dari orang lain. Jadi ini lebih karena tuntutan eksternal. Yang menjadi tekanan apabila tuntutan eksternal ini tidak sesuai dengan kemampuan internal. So kalo mau tetap gaya, hanya ada 2 pilihan, yaitu 1) tingkatkan kemampuan dirimu atau 2) lupakan apa kata orang lain dan jadilah dirimu sendiri.

Berikut adalah yang HARUS DIHINDARI agar kamu nggak jadi sengsara demi gaya:

1. Impulse buying, yaitu membeli sesuatu tanpa direncanakan / diniatkan. Contohnya: merasa tergiur melihat tawaran diskon di etalase toko, harumnya masakan restoran, atau rayuan mbak SPG. Cara menghindarinya adalah jauhi pusat perbelanjaan atau online shop bila tidak ada keperluan, buat daftar belanja, dan bila perlu siapkan dompet belanja khusus (atau bisa dalam bentuk e-money) sebagai jatah belanja bulanan.

2. Berpikir pendek hanya untuk saat ini. Memang dalam dunia spiritual selalu disarankan untuk “be present” atau “live in the moment.” Tapi bukan berarti harus tampil jor-jor-an di setiap present moment itu. Justru sadari penuh kondisi keuanganmu saat ini sehingga apa yang kamu belanjakan adalah sesuai kemampuanmu.

3. Menjadi ‘social climber’, yaitu seseorang yang berperilaku meningkatkan status sosial dengan menggunakan segala cara. Contohnya: demi pergi liburan dan pasang status keren di sosmed, si A rela berhutang dan untuk membayar cicilannya dia harus mengurangi jatah makannya menjadi 1-2x sehari saja. Lebih parah lagi, si B bahkan harus menipu, mencuri atau korupsi demi meraih status sosialita di kalangan elite. Biasanya ‘social climber’ merasa tidak percaya diri bila tidak tampil mewah. Cara menghindarinya adalah melatih mental dan merubah mindset bahwa hidup tidak selalu harus diukur secara materi, dan menjadi kaya pun perlu proses. Bisa nggak bila gaya tidak diasosiasikan secara fisik, tetapi secara prestasi, misalnya?

Yuk kita evaluasi lagi, apa iya tampilan gayamu itu sesuatu yang natural atau yang sangat-sangat diusahakan (atau bahkan dipaksakan)?

METTA ANGGRIANI, CFP®

Share
Published by
Metta Anggriani

Recent Posts

  • Video

Atur Siasat Dana Darurat di Era New Normal

Adanya pandemi Covid-19 membuat segalanya berubah. Perubahan ini tentu harus disiasati, salah satunya dengan strategi keuangan untuk bisa menopang kehidupan…

6 years ago
  • Metta Talk

Zakat Fitrah

Salah satu hal yang wajib ditunaikan dalam ibadah Ramadhan ini adalah Zakat Fitrah. Zakat fitrah dapat dikeluarkan kapanpun selama bulan…

6 years ago
  • Metta Talk

Persiapan Mudik Zaman Now

Di era digital zaman now ini, mudik bisa menjadi semakin mudah dengan banyaknya aplikasi yang bisa diunduh ke ponselmu. Apa…

6 years ago
  • Metta Tips

Personal Practice

Salah satu resep untuk selalu tampil kece adalah badan yang fit & pikiran yang jernih. Tiap orang punya caranya masing-masing…

6 years ago
  • Podcast

Pelaporan SPT Tahunan

Podcast yang hadir pada program Money Matters with Metta Anggriani, CFP® di Radio Pinguin FM, Bali.

7 years ago
  • Metta Tips

Hydration

Kemarin ini saya bertemu sahabat saya Yeyen yang selalu tampil kece. Saat sekarang sedang hamil pun, penampilannya tetap paripurna dan…

7 years ago