Categories: Metta Tips

Arisan: Ya atau Tidak?

Moms, Bu-ibu and all ladies, sudah dengar kan kasus “arisan mama gaul” yang lagi heboh itu di Banyuwangi? Itu adalah modus penipuan berkedok arisan dan investasi. Korban-nya adalah para mahmud (mamah muda) yang tergiur untuk memutar uangnya dalam waktu cepat. Bermula dari arisan, lalu berubah jadi investasi. Contohnya, seperti yang diberitakan, bila menaruh uang Rp 5 juta, dalam 14 hari menjadi Rp 6,5 juta; bila merekrut 15 orang, mendapat bonus angpao, dll. Alhasil anggotanya menjadi semakin besar dan tidak mengenal satu sama lain. Ketika ketua arisan tsb kabur membawa uang anggotanya, para korban gigit jari.

Kenapa orang mudah tertipu dengan investasi bodong macam itu? Ini menurut pengamatan saya ya: 

  1. Di era yang serba cepat ini, orang senang yang serba instan, termasuk menjadi kaya. Jadi kita cepat tergiur dengan bunga / bonus yang tinggi, tanpa memikirkan resikonya.
  2. Adanya media sosial membuat tuntutan eksis menjadi semakin tinggi. Kalau si A punya tas merek anu, atau si B pergi ke tempat gaul disitu, maka timbul keinginan bahwa saya juga harus begitu.
  3. Budaya sungkan untuk berkata tidak. Ketika diajak ikut arisan atau investasi, segera meng-iya-kan tanpa riset lebih lanjut, bahkan tanpa cek berapa sebenarnya kemampuan kita menabung / berinvestasi. 
  4. Minimnya pengetahuan tentang investasi dan pengelolaan uang, sehingga tidak bisa mengenali bentuk investasi yang aman dan sesuai dengan kebutuhan.

Dengan begini arisan menjadi kedok yang sangat manis untuk penipuan. Padahal kalau ditelaah dengan baik, arisan lebih bermanfaat untuk tujuan sosial daripada tujuan ekonomi. 

Arisan adalah forum untuk tukar informasi (misalnya arisan ibu-ibu sekolah anak) dan ajang silaturahmi (misalnya arisan alumni). Untuk mengikat komitmen anggotanya agar selalu hadir, maka dikumpulkan iuran yang akhirnya dikembalikan lagi ke anggotanya secara bergantian. Kalau kita mendapat giliran terakhir, maka kita menabung tanpa mendapatkan bunga. Tapi bila kita mendapat giliran awal, maka kita memperoleh pinjaman tanpa bunga. Jadi bila dibilang arisan untuk menabung, benar dari segi habit-nya saja. Keuntungannya? Ya keuntungan sosial tadi. 

Nah, bila sudah ada iming-iming bonus, uang berlipat ganda, dsb, maka kita sudah harus waspada adanya kedok lain dibalik arisan itu. Apalagi bila anggota arisan berkembang banyak dan tidak semuanya kita kenal. Apa kamu percaya menyimpan uangmu pada sekelompok orang yang tidak kamu kenal?

Jadi arisan ya atau tidak? It’s your call. Kembali lagi, cek tujuan arisanmu. Kalau saya memang bukan penganut arisan, jadi bila untuk sosial/silaturahmi: yes, tapi arisan nabung: no. Jadi iuran arisan saya pilih yang minim saja, bila sampai juta-jutaan saya akan lebih memilih menabung di instrumen keuangan lain yang lebih aman pada lembaga dengan reputasi baik.

Pilih arisan-mu dengan bijak ya, Ladies…. 

METTA ANGGRIANI, CFP®

Share
Published by
Metta Anggriani

Recent Posts

  • Video

Atur Siasat Dana Darurat di Era New Normal

Adanya pandemi Covid-19 membuat segalanya berubah. Perubahan ini tentu harus disiasati, salah satunya dengan strategi keuangan untuk bisa menopang kehidupan…

6 years ago
  • Metta Talk

Zakat Fitrah

Salah satu hal yang wajib ditunaikan dalam ibadah Ramadhan ini adalah Zakat Fitrah. Zakat fitrah dapat dikeluarkan kapanpun selama bulan…

6 years ago
  • Metta Talk

Persiapan Mudik Zaman Now

Di era digital zaman now ini, mudik bisa menjadi semakin mudah dengan banyaknya aplikasi yang bisa diunduh ke ponselmu. Apa…

6 years ago
  • Metta Tips

Personal Practice

Salah satu resep untuk selalu tampil kece adalah badan yang fit & pikiran yang jernih. Tiap orang punya caranya masing-masing…

6 years ago
  • Podcast

Pelaporan SPT Tahunan

Podcast yang hadir pada program Money Matters with Metta Anggriani, CFP® di Radio Pinguin FM, Bali.

7 years ago
  • Metta Tips

Hydration

Kemarin ini saya bertemu sahabat saya Yeyen yang selalu tampil kece. Saat sekarang sedang hamil pun, penampilannya tetap paripurna dan…

7 years ago